Ady Lawindra Tawarkan Pernak-pernik Kantor Bahan Kertas Daur Ulang

Pernak-pernik Kantor Bahan Kertas Daur UlangDimulai dari bisnis percetakan yang dijalankan sejak tahun 2007, Ady Lawindra atau akrab disapa Ady memperlebar jaringan usahanya dengan melirik peluang bisnis pernak-pernik kebutuhan kantor. Hal itu dikarenakan banyak permintaan klien berupa produk pernak-pernik kantor, seperti rak, box tempat berkas kantor supaya lebih rapi, rak buku, tempat pensil/pena, hiasan meja berupa kalender, dan sebagainya.

Dalam pembuatan pernak-pernik kantor tersebut, Ady tidak mengeluarkan modal awal. Bahan baku berupa kertas daur ulang diperolehnya lewat kerja sama dengan beberapa partner seperti supplier bahan baku kardus bekas, karton board dan percetakan dengan sistem bagi hasil. Pria kelahiran tahun 1981 ini tidak kesulitan memperoleh bahan baku karena ia bekerja sama dengan beberapa pengepul bahan baku kertas kardus dan karton board bekas yang ada di Jakarta.

Pernak-pernik kebutuhan kantor yang dibuat Ady bervariasi dan jenisnya menyesuaikan pesanan pelanggan. Harga jual produknya biasanya tergantung pada kualitas produk, mulai dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah. Misalnya tempat pena/pensil Rp 20-50 ribu/pcs, box tempat map/berkas Rp 50-80 ribu/pcs, rak buku Rp 100-300 ribu/pcs dan masih banyak lagi. Apabila pesanan grosiran minimal 10 unit maka harga bisa mendapat potongan hingga 20%.

Pernak-pernik Kantor Bahan Kertas Daur UlangSaat ini produk yang banyak dipesan kalangan perkantoran adalah tempat kartu nama, tempat pena/pensil, box tempat map/berkass, dan rak/lemari buku. Ciri khas produk yang dibuat Ady terutama untuk box tempat berkas bisa dibongkar pasang dan bentuknya simpel. Begitu juga tempat pensil/pena ada yang berbentuk gelas, asbak, bola, kartun, boneka, dan lain-lain dengan warna disesuaikan karakter tersebut atau sesuai pesanan.

Saat ini pernak-pernik produknya diminati kalangan perusahaan dan instansi pemerintah hingga produsen UKM yang sudah menjangkau hampir ke seluruh Indonesia. Ady juga melakukan penjajakan dengan menawarkan produk ke konsumen di Australia, namun untuk pemasaran ke wilayah Eropa ia masih terkendala pada pengiriman.

Pada awalnya Ady mengenalkan produknya dengan melakukan promosi dari mulut ke mulut, selain itu ia mempromosikan melalui media online dan dari media online ini produknya bisa diminati konsumen di Australia. Saat ini dalam sebulan Ady mampu menjual pernak-pernik kebutuhan kantor mencapai Rp 30 juta dengan keuntungan bersih sekitar 30%. Anda tertarik? Silakan ikuti jejaknya!


Kata kunci mesin pencari:

cara membuat lemari dari kardus - Cara membuat rak buku dari kardus - lemari dari kardus - Membuat lemari dari kardus - cara membuat lemari dari kardus bekas - cara membuat rak buku dari kardus bekas - cara membuat tempat buku dari kardus - Cara membuat rak dari kardus - membuat lemari dari kardus bekas - Cara membuat tempat pensil dari kardus - lemari dari kardus bekas - lemari kardus - membuat rak dari kardus - cara membuat rak mini dari kardus - rak buku dari kardus - rak dari kardus - artikel membuat lemari dari kardus - cara daur ulang kardus bekas - membuat rak buku dari kardus bekas - daur ulang barang bekas dari kardus -
loading...
Ady Lawindra Tawarkan Pernak-pernik Kantor Bahan Kertas Daur Ulang | mamanmalmsteen | 4.5