Aida Bertarung dalam medan bisnis kaum adam, furniture Jepara

Seorang wanita usia matang, Aida, kini menjadi salah satu nama yang patut diperhitungkan dalam belantara bisnis furniture Jepara. Bisnis Furniture Jepara miliknya adalah salah satu contoh sukses usaha furniture yang sempat berantakan akibat krisis keuangan dunia beberapa tahun lalu.

aida bertarung dalam medan bisnis kaum adam, furniture jeparaMemulai segalanya pada tahun 2000, ibu dua anak ini kala itu baru saja mendapatkan kesarjanaannya di bidang Ekonomi di salah satu Universitas di Semarang. Aida sudah sangat akrab dengan dunia ini karena sejak kecil terbiasa melihat ayahnya yang seorang pengrajin bekerja. Faktor ini pula yang kemudian mendorongnya masuk dalam dunia bisnis furniture Jepara pada sebuah perusahaan furniture besar dikota itu, sebagai sekretaris.

Dari posisi ini Aida belajar bagaimana memahami pasar, jalur distribusi dan pemasaran, konsumen dan peluang peluang yang ada. Aida juga belajar banyak tentang teknik pembuatan, desain dan tenaga kerja. Sebuah ilmu yang justru sangat berharga bagi karier Aida selanjutnya.

Setahun kemudian Aida memulai jenjang pernikahan dengan seorang pria solo, teman kuliahnya dulu. Keduanya sepakat untuk membuka usaha kecil kecilan furniture Jepara dengan melibatkan sang ayah dalam produksi. Meski masih dalam skala kecil, namun usaha ini mereka jalankan dengan sangat profesional. Berbekal pengalaman dan ilmu dari bangku kuliah, mereka bisa mengelola usahanya hingga pada tahun 2003 mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 20 orang.

Perkembangan usaha yang cukup baik, padahal ketika itu, justru pasar furniture jepara sedang sepi efek dari krisis keuangan global. Pada masa 1997 furniture jepara sempat mengalami masa keemasan karena harga rupiah yang jatuh, sehingga peminat dari luar negeri meningkat. Pasca kestabilan harga rupiah dan didorong kondisi ekonomi global yang goyah kala itu, justru pemintaan ekspor menurun.

Namun, Aida tak patah arang berbagai upaya promo mereka lakukan, melalui semua relasi yang mereka miliki diseluruh Indonesia. Inovasi juga terus Aida lakukan untuk menciptakan desain yang lebih simpel serta sesuai trend minimalis masa sekarang, tentu dengan patokan harga yang lebih ringan. Akhirnya Aida mendapat pasar baru, yakni Kalimantan. Bahkan kini dalam pengembangannya pada tahun 2012 Aida dapat mengirim Furniture Jepara sebanyak 3 kontainer setiap minggu.

Aida melayani permintaan semua desain perabot rumah tangga dan dekorasi kayu baik dalam desain klasik keahlian ayahnya dan desain minimalis hasil pengembangan Aida dan suami. Kini berkat konsistensi untuk selalu optimal baik dalam pelayanan dan produk perlahan Aida juga mulai bisa membangun pasar ekspor pula. Usaha kecil ini beranjak besar dengan 2 gudang dan workshop seluas 1000m2.

Source : kabarukm.com


Kata kunci mesin pencari:

bisnis furniture - usaha mebel kecil - Peluang usaha di Jepara - aida jepara - bisnis di jepara - peluang bisnis di jepara - cara bisnis mebel jepara - funiture medan cerita - furnitur di medan - fto furnitur AIDA - cara usaha mebel - cara mengembangkan usha mebel ketika sepi - cara mengembangkan usaha mebel kecil-kecilan - buka usaha furniture di semarang - buka peluang usaha di jepara - buka bisnis mebel di zaman krisis - bisnis mebel jepara - bisnis mebel - bisnis furnitur dikalimantan - belajar sukses dari aida -
loading...
Aida Bertarung dalam medan bisnis kaum adam, furniture Jepara | LadyNoel | 4.5