Ardi Azri Pemilik Cigadog Farm

Sebelum memulai usaha budidaya udang hias Ardi memperoleh informasi dari rekannya peternak udang hias di daerah Cicurug , Sukabumi. Ia pun mengaku tak memiliki background pendidikan perikanan formal, hanya sebatas otodidak semata. Ardi memulai usaha budidaya udang hias sejak tahun 2008, dengan modal awal sekitar Rp. 1 Juta. Modal tersebut dipakai untuk membeli 5 kantung plastik (sekitar 500 ekor induk udang hias beragam jenis). Hatchery (kolam pemeliharaan) menggunakan lokasi lahan yang sebelumnya digunakan untuk budidaya lobster air tawar. Di lahan seluas 1.800 m2 yang berada di Desa Tenjolaya, Kp. Cigadog, RT 01/03 No.7 Cicurug, Sukabumi, Ardi membuat beragam ukuran kolam semen yang kini jumlahnya sekitar 60 kolam.

Menurut Ardi usaha udang hias tetap bertahan dan memiliki pasar tersendiri. Apalagi udang hias ini juga banya dicari kensumen luar negeri. Pemeliharaan udang hias terbilang mudah kerena sama saja dengan ikan hias lain. Selain itu menurut Ardi, hobiis ikan hias selalu ingin mencari variasi udang yang memiliki warna aneh dan indah.” Mereka tak segan-segan mengeluarkan uang berapa pun untuk membelinya sebagai penambah koleksi akuarium, maka dari itu pasar udang hias tak akan surut,” papar Ardi.

Udang hias yang paling banyak diminati saat ini untuk pasar lokal menurut Ardi adalah jenis Crystal Red Shrimp atau lebih dikenal Red Bee dan Black Bee. Udang hasil biakan Negeri Matahari Terbit ini memiliki keistimewaan corak dan warna yang lebih menawan dengan kombinasi warna merah dan putih untuk jenis Black Bee. Udang ini memiliki pesona tersendiri ketika berada di dalam akuarium dengan latar belakang akuarium berwarna hijau. Pemeliharaan udang hias asal Jepang ini membutuhkan suhu dingin sekitar 21-23 C. Selain itu, kestabilan pH harus dijaga sekitar 6,8-7,2 dan bebas polutan.

Sejak awal usaha, Ardi menawarkan udang hias ke kalangan kolektor atau para penghobi, ia juga menjual udang hias ke agen eksportir. Dari sanalah udang hias Ardi dijual ke Jepang. Di pasar lokal, jangkauan pemasarannya sudah mencakup seluruh indonesia. Selain promosi dari mulut ke mulut, Ardi juga melakukan promosi dengan membuat website.

Dalam sebulan, untuk memenuhi permintaan ekspor, Ardi memasok sedikitnya 200 ribu ekor udang hias ke pasar Jepang. Sedangkan penyerapan untuk pasar lokal sekitar 10-30 ribu ekor untuk berbagai jenis udang. Maka dari usaha ini, Ardi bisa meraih omset sekitar Rp. 160 juta dengan keuntungan 80% atau sekitar 128 juta per bulan. Dalam menjalankan usaha Ardi dibantu oleh 8 orang pekerja.


Kata kunci mesin pencari:

jual indukan udang hias - jual udang hias sukabumi - indukan udang hias - budidaya udang red bee - jual induk udang hias - cigadog farm - harga indukan udang hias - farm udang sukabumi - cara budidaya redbee - udang hias sukabumi - cara budidaya udang red bee - lokasi petani udang hias - udang hias cicurug - budi daya udang hias air tawar - ternak udang hias red bee - ardi azri - cara budidaya udang hias red bee - ternak udang hias di daerah sukabumi cicurug - eksportir udang hias - eksportir udang hias bandung -
loading...
Ardi Azri Pemilik Cigadog Farm | mamanmalmsteen | 4.5