Ayo Adopsi Sistem Bisnis Syariah Dalam Usaha Franchise Anda

adopsi sistem bisnis syariah dalam usaha franchiseKali ini saya akan membahas tema yang agak serius. Tapi akan saya coba gambarkan bahasan ini secara sederhana agar mudah Anda pahami. Bahasan ini mengenai bisnis syariah.

Selama ini ada sesuatu yang kerap saya pertanyakan perihal sistem usaha franchise. Dalam sistem franchise yang biasa Anda temui, selalu ada franchise fee dan royalty fee. Franchise fee harus Anda bayarkan pemilik fanchise atau franchisor pada awal kerjasama untuk masa kontrak. Sedang royalty fee harus Anda setorkan secara periodik berdasar omset usaha.

Kalau Anda harus setor dimuka seperti ini, artinya pihak franchisor malah sudah terima keuntungn diawal, Padahal tidak banyak franchisee yang punya pengalaman mencukupi untuk menjalankan usaha. Kalau sudah expert sudah tentu Anda memilih usaha sendiri dari pada menjadi franchisee. Artinya resiko kerugian bisa saja terjadi, dan sialnya Anda menanggungnya sendirian.

Seharusnya franchisor melihat permasalahan ini, karena kedua pihak mengusung kepentingan masing-masing dengan tujuan yang sama. Franchisor sudah pasti punya kepentingan usahanya maju tanpa modal besar, jadilah mereka mengadopsi sistem franchise pada usaha mereka. Sedang franchisee adalah pihak dengan modal tapi tanpa kemampuan mencukupi dalam menjalankan usaha, sedang franchise adalah usaha yang segala sistem dan produknya sudah diatur oleh franchisor.

Tujuan kedua pihak sama mendapat keuntungan.

Kalau melihat kedua kepentingan, seharusnya kedua pihak saling bekerjasama secara adil. Sama-sama berbagi untung tapi juga berbagi resiko. Saya lihat sistem bisnis yang sesuai dengan konsep ini adalah bisnis syariah. Pada bisnis syariah pihak franchisor menjadi figur Mudharib dengan kontribusi sebagai pemilik brand dan sistem. Dan pihak franchisee menjadi figur Shahibul Maal alias pemilik modal.

Bagaimana konsep dari bisnis syariah dalam frnachise?

  1. Kedua pihak dalam posisi setara, dengan tujuan sama.  Keduanyai memiliki porsi kepemilikan yang sama, memiliki hak akan keuntungan yang seimbang dan punya kewajiban untuk menanggung resiko usaha bersama. Keuntungan hanya dibagi jika usaha ini berjalan dan untung.
  2. Hapus sistem Franchisee fee yang akan menarik keuntungan di awal bagi franchisor. Ketika franchise fee Anda bayarkan biasanya bahkan Anda belum mulai  beroperasi. Tidak pantas menarik bagi hasil disaat rekan Anda belum memulai apapun
  3. Royalti Fee dihitung dari net profit dan bukan dari omset
  4. Berjualan produk yang halal jelas sebuah keharusan dalam mengelola bisnis Syariah ini.

Dengan cara ini kepentingan kedua pigak mendapat prioritas yang seimbang. Pihak franchisor tetap bisa menjalan pengembangan usaha dengan modl minim. Sedang pihak franchisee bisa menjalankan usaha tanpa memulainya dari nol, sudah dengan sistem dan produk yang sudah siap. Sistem bisnis frnchie ini bernama Mudharabah atau Mussyarakah.

Anda tertarik menerapakan bisnis syariah dalam usaha franchise yang akan Anda buka?


Kata kunci mesin pencari:

ayo waralaba - waralaba syariah - franchise syariah - waralaba sistem syariah - bisnis waralaba syariah - apa itu waralaba syariah - sistem waralaba dalm syariah - sistem waralaba syariah - usp syariah siatem franchise - sistem syariah dalam franchise - sistem franchise syariah - permasalahan waralaba syariah - franchise sistem syariah - contoh franchise syariah - cara bisnis franchise syariah - bisnis syariah - waralaba syariah 2016 -
loading...
Ayo Adopsi Sistem Bisnis Syariah Dalam Usaha Franchise Anda | LadyNoel | 4.5