Bagaimana membuat surat perjanjian sewa ruko?

Salah satu lokasi strategis yang kerap menjadi pilihan utama para pelaku usaha adalah ruko. Tak sulit menemukan ruko karena bangunan ini sangat banyak tersebar di berbagai kota baik kota besar atau kecil. Untuk mencapatkan juga tak sulit, karena Anda hanya perlu menghubungi pemilik ruko yang disewakan (biasanya dipampangkan di sisi muka ruko), kemudian lakukan dealing harga.

Salah satu yang tak boleh Anda abaikan dalam sewa menyewa ruko adalah pembuatan surat perjanjian sewa ruko. Surat ini yang akan menjadi bukti perjanjian Anda dengan pemilik ruko. Bagaimana surat perjanijan sewa ruko ini dibuat? Mungkin contoh surat perjanjian sewa ruko ini bisa membantu.

CONTOH SURAT PERJANJIAN

SEWA  MENYEWA RUMAH TOKO (RUKO)

 

Yang bertanda tangan di bawah ini:

 

 

1. Nama                                           : —————————————————-

Umur                                            : —————————————————-

Pekerjaan                                   : —————————————————-

Alamat                                        : —————————————————-

Nomer KTP / SIM                   : —————————————————-

Telepon                                       : —————————————————-

 

Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut

PIHAK PERTAMA

 

 

2. Nama                                           : —————————————————-

Umur                                            : —————————————————-

Pekerjaan                                   : —————————————————-

Alamat                                        : —————————————————-

Nomer KTP / SIM                   : —————————————————-

Telepon                                       : —————————————————-

 

Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut

PIHAK KEDUA

 

PIHAK PERTAMA telah setuju untuk menyewakan kepada PIHAK KEDUA tanah

berikut bangunan berupa rumah toko (ruko) berlantai [( —— ) ( — jumlah dalam huruf —

– )] yang berdiri di atasnya yang terletak di ( — alamat lengkap ruko — ) dengan luas

tanah [( —— ) ( — jumlah dalam huruf — )] meter persegi dengan sertifikat hak milik

Nomer ( ————————- ), gambar situasi Nomer ( ——————– ) tanggal ( —

tanggal, bulan, dan tahun —- ).

 

Selanjutnya kedua belah pihak telah bersepakat untuk mengadakan perjanjian yang

tertulis dalam 15 (lima belas) pasal, sebagai berikut:

 

 

Pasal Satu

 

Perjanjian antar kedua belah pihak ini berlaku sah untuk jangka waktu [( —— ) ( —

jumlah dalam huruf — )] tahun, terhitung sejak tanggal —— tanggal, bulan, dan tahun ——

) sampai dengan ( —— tanggal, bulan, dan tahun —— ) dimana PIHAK PERTAMA dan

PIHAK KEDUA sepakat untuk menentukan harga kontrak atas ruko berikut tanah

pekarangannya tersebut di atas dengan nilai harga [(Rp. ————,00) (—— jumlah uang

dalam huruf —— )] untuk jangka waktu [( —— ) ( — jumlah dalam huruf — )] tahun.

 

 

Pasal Dua

 

PIHAK KEDUA telah memberikan uang muka atau DP (Down Payment) sebagai tanda

jadi sewa sebesar [(—— ) % ( — jumlah dalam huruf —)] persen atau sejumlah [(Rp. ——-

—–,00) (—— jumlah uang dalam huruf —— )] pada hari ( ———— ) tanggal ( — tanggal,

bulan, dan tahun — ) dan sisa pembayaran sejumlah [(Rp. ————,00) (—— jumlah uang

dalam huruf —— )] akan dibayarkan pada waktu penandatanganan Surat Perjanjian ini.

 

 

Pasal Tiga

 

1.        PIHAK PERTAMA selaku pemilik sah bangunan ruko berikut pekarangannya di (

 alamat lengkap ruko — ) menjamin bahwa tanah dan bangunan ruko berikut

semua fasilitas yang terdapat di dalamnya adalah hak milik sahnya dan bebas dari

semua tuntutan hukum dan persoalan-persoalan yang dapat mengganggu PIHAK

KEDUA atas pemakaiannya dalam jangka waktu berlakunya surat perjanjian ini.

2.        Semua kerugian yang timbul akibat kelalaian PIHAK PERTAMA dalam

memenuhi kewajibannya tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK

PERTAMA.

 

 

Pasal Empat

 

Sebelum jangka waktu kontrak seperti yang tertulis pada pasal satu Surat Perjanjian ini

berakhir, PIHAK PERTAMA tidak dibenarkan meminta PIHAK KEDUA untuk

mengakhiri jangka waktu kontrak dan menyerahkan kembali rumah tersebut kepada

PIHAK PERTAMA kecuali telah disepakati oleh kedua belah pihak.

 

Pasal Lima

 

Selama jangka waktu berlakunya Surat Perjanjian ini, PIHAK KEDUA sama sekali

tidak dibenarkan untuk mengalihkan hak atau mengontrakkan kembali kepada PIHAK

KETIGA dengan dalih atau alasan apa pun juga tanpa ijin dan persetujuan tertulis dari

PIHAK PERTAMA.

 

 

Pasal Enam

 

1.        PIHAK PERTAMA bertanggung jawab seluruhnya akibat dari kerusakan

maupun kerugian yang disebabkan oleh kesalahan struktur dari bangunan ruko

tersebut.

Yang dimaksudkan dengan struktur adalah sistim konstruksi bangunan yang

menunjang berdirinya bangunan, seperti: pondasi, balok, kolom, lantai, dan

dinding.

2.        PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan mengubah struktur dan instalasi dari unit

ruko tersebut tanpa ijin dan persetujuan dari PIHAK PERTAMA.

3.        PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas kerusakan struktur sebagai akibat

pemakaian.

4.        PIHAK KEDUA tidak bertanggung jawab atau dibebaskan dari segala ganti rugi

atau tuntutan dari PIHAK PERTAMA yang terjadi akibat kerusakan pada

bangunan ruko yang diakibatkan oleh force majeure.

Yang dimaksud dengan Force majeure adalah hal-hal yang disebabkan oleh faktor

extern yang tidak dapat diatasi maupun dihindari, seperti: banjir, gempa bumi,

tanah       longsor,         petir,        angin        topan,        kebakaran,         huru-hara,         kerusuhan,

pemberontakan, dan perang.

 

 

Pasal Tujuh

 

Dalam perjanjian sewa-menyewa ini sudah termasuk hak bagi PIHAK KEDUA untuk

menggunakan semua fasilitas yang telah terpasang sebelumnya pada bangunan ruko

yang disewa.

Fasilitas-fasilitas tersebut adalah:

1.        Listrik,

2.        Saluran nomor telepon,

3.        Saluran air dari PDAM.

 

Selama jangka waktu kontrak berlangsung, PIHAK KEDUA berkewajiban untuk

membayar semua tagihan-tagihan atau rekening-rekening serta biaya-biaya lainnya

atas penggunaan semua fasilitas tersebut. Segala kerugian yang timbul akibat kelalaian

 

PIHAK KEDUA dalam memenuhi kewajibannya sepenuhnya menjadi tanggung jawab

PIHAK KEDUA.

Pasal Delapan

 

PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas berlakunya peraturan-peraturan Pemerintah

yang menyangkut perihal pelaksanaan perjanjian ini, misalnya: Pajak-pajak, Iuran

Retribusi Daerah (IREDA), dan lain-lainnya.

 

 

Pasal Sembilan

 

PIHAK KEDUA berkewajiban untuk menjaga keamanan, ketertiban dan ketenteraman

lingkungan.

 

 

Pasal Sepuluh

 

Setelah berakhir jangka waktu kontrak sesuai dengan pasal satu Surat Perjanjian ini,

PIHAK KEDUA diharuskan segera mengosongkan rumah dan menyerahkannya

kembali kepada PIHAK PERTAMA serta telah memenuhi kewajibannya sesuai dengan

pasal tujuh dan delapan dari Surat Perjanjian ini.

 

 

Pasal Sebelas

 

Apabila PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bermaksud melanjutkan perjanjian

kontrak, maka masing-masing pihak harus memberitahukan terlebih dahulu minimal [(

—— ) ( — jumlah dalam huruf — )] bulan sebelum jangka waktu kontrak berakhir.

 

 

Pasal Dua Belas

 

PIHAK KEDUA mendapat prioritas pertama dari PIHAK PERTAMA untuk

memperpanjang         masa       penyewaan         berikutnya         sebelum       PIHAK             7aN
ERTAMA1

menawarkan kepada calon-calon penyewa lainnya.

 

 

Pasal Tiga Belas

 

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bersepakat untuk menempuh jalan

musyawarah dan mufakat untuk menyelesaikan hal-hal atau perselisihan yang

mungkin timbul sehubungan dengan Surat Perjanjian ini. Apabila jalan musyawarah

dianggap tidak berhasil untuk mendapatkan penyelesaian yang melegakan kedua belah

 

pihak, kedua belah pihak bersepakat untuk menempuh upaya hukum dengan memilih

domisili pada ( —— Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri —— ).

 

Pasal Empat Belas

 

Surat Pe’
n rjanjian ini dibuat oleh kedua belah pihak dengan dasar akal sehat dan pikiran

sehat tanpa adanya paksaan maupun tekanan dari pihak-pihak manapun.

 

 

Pasal Lima Belas

 

Surat Perjanjian ini ditandatangani di ( — tempat — ) pada hari ( ————— ) ( —

tanggal, bulan, dan tahun —- ) dan berlaku mulai tanggal tersebut sampai dengan

tanggal ( — tanggal, bulan, dan tahun —- ).

 

 

( — tempat, tanggal, bulan, dan tahun —)

 

 

 

 

        PIHAK PERTAMA                                                     PIHAK KEDUA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[ ————————- ]                                  [ ———————— ]

 

 

 

 

SAKSI-SAKSI:

 

 

 

 

 

[ ————————— ]                               [ ————————— ]

 

Semoga informasi tentang contoh surat perjanjian sewa ruko ini dapat bermanfaat.


Kata kunci mesin pencari:

contoh surat perjanjian kontrak ruko - contoh surat perjanjian sewa tempat usaha - surat perjanjian sewa ruko - contoh surat perjanjian kontrak toko - surat perjanjian kontrak ruko - contoh surat perjanjian sewa - contoh surat perjanjian sewa ruko - surat perjanjian sewa toko - contoh surat perjanjian sewa menyewa toko - contoh surat perjanjian sewa toko - contoh surat kontrak ruko - surat perjanjian sewa ruko sederhana - surat perjanjian kontrak toko - contoh surat perjanjian sewa menyewa ruko - contoh surat kontrak toko - contoh surat penawaran sewa ruko - surat perjanjian sewa menyewa ruko - surat perjanjian sewa - contoh surat sewa menyewa - contoh perjanjian kontrak ruko -
loading...
Bagaimana membuat surat perjanjian sewa ruko? | LadyNoel | 4.5