Batik Motif Kontemporer Semakin Menggelitik Pasar

Dalam dua tahun terakhir, industri batik di Kabupaten Kebumen berkembang cukup pesat. Ada sekitar tujuh sentra batik yang berlokasi di tujuh desa di wilayah Kabupaten Kebumen, antara lain Desa Seliling, Kec Alian, Desa Gemeksekti, Kec Kebumen dan Desa Jemur, Kec Pejagoan. Jumlah pengrajin batik di sentra tersebut sekitar 170 orang yang kini memiliki sebanyak 470 unit usaha. Pengrajin batik itu dibina di bawah naungan Dinas Koperasi dan UMKM Kebumen.

Batik Kebumen memiliki motif-motif khas antara lain jagatan, pringpringan, glebagan, kupat-kupatan dan lainnya. Dalam sejarahnya, keahlian membatik di Kebumen dikenal sekitar Abad XIX yang dibawa oleh pendatang-pendatang dari Yogyakarta dalam rangka dakwah Islam. Proses batik pertama di Kebumen dinamakan Teng-Abang atau Blambangan dan selanjutnya proses terakhir dikerjakan di Bantumas/Solo. Sekitar awal Abad XX untuk membuat polanya dipergunakan kunir yang capnya terbuat dari kayu. Motif-Motif Kebumen zaman dulu masih berupa motif pohon-pohon dan burung-burungan. Bahan-bahan perwarnaan yang dipergunakan juga masih terbatas, misalnya pohon pace, kemudu dan nila tom.

Saat ini, motif batik yang dikembangkan pengrajin batik Kebumen sudah memiliki variasi yang cukup beragam, antara lain Srikit, Sekar Jagad, Puger, Kopi Pecah, Cangkang Kenari, Gringsing, Pringsedapur dan beberapa motif kontemporer lain. Proses perwarnaan juga mengalami perubahan yakni dengan menggunakan bahan kimia maupun bahan alami yang ramah lingkungan seperti Nafthol, Indigosol, Rhemasol, Mahoni, Manggis dan Indigo.

Dalam satu bulan satu orang pengrajin bisa menyelesaikan hingga tiga lembar batik tulis halus. Nilai jualnya mulai dari Rp. 200 ribu sampai jutaan rupiah per lembar kain ukuran 2.40×1.05 m atau 2,5×1,75 m. Biasanya jika ada pesanan dalam jumlah massal, pengrajin bekerja secara berkelompok sehingga 1 bulan bisa menghasilkan 30-50 lembar kain.

Selai kain batik tulis, pengrajin batik Kebumen juga membuat batik cetak di mana rata-rata pembatik mampu mengahasilkan hingga 500 batik cetak tiap bulannya. Bahan kain yang digunakan biasanya katun prima, primisima, Dolby, Sutra ATBM dan sutra tenun mesin. Harga yang ditawarkan bervariasi, misalnya untuk batik cap, ditawarkan dengan harga Rp. 60 ribu – Rp. 100 ribu per lembar, batik tulis Rp. 100 – jutaan rupiah, dan batik klasik sutera ditawarkan mulai dari harga Rp. 1,5 juta.

Pemasaran batik Kebumen juga sudah cukup luas karena motifnya sangat unik dan menarik perhatian banyak pencipta batik tanah air baik di Jakarta, Bandung, Solo, Semarang dan Yogyakarta. Tidak sedikit pula konsumen berasal dari luar pulau Jawa seperti Bali dan Sumatra. Bahkan beberapa pengrajin batik tulis Kebumen juga memiliki pelanggan di luar negeri sepertiĀ  Belanda, Belgia dan Rusia. Batik Kebumen sering pula diikutsertakan dalam pameran-pameran produk baik regional maupun nasional.


Kata kunci mesin pencari:

variasi motif batik kontemporer - macam variasi motif batik kontemporer - contoh batik kontemporer - motif batik kontemporer - pemasaran batik cap kebumen - motif glebagan kebumen - makna batik gelebagan khas kebumen - variasi motif - kain batik dibina oleh dinas yogyakarta - jual baju batik kebumen - jenis tekstil modern - Harga cetak batik di kebumen - gmbr btk kebumen kontemporer - contoh batik konteporer - cara memasarkan batik kebumen ke luar negeri - bisnis cetak motif di bahan - batik:kontemporer kebumen - batik kontemporer variasi - batik kebumen yg unggul -
loading...
Batik Motif Kontemporer Semakin Menggelitik Pasar | mamanmalmsteen | 4.5