Dahlan Iskan “Marketer Sejati”

Banyak orang menyangka bahwa menjadi seorang marketer adalah sebuah pekerjaan yang susah. Apalagi bagi sebagian orang yang memang merasa tidak mempunya bakat menjadi marketer menganggap bahwa bidang pekerjaan ini bukan menjadi tujuan hidupnya.

Akan tetapi, kenyataannya menjadi seorang marketing bukanlah bagi orang-orang yang dianggap punya bakat untuk melakukan ini. Setiap pekerjaan, apapun bidangnya, ketika seseorang mau belajar dan mengasahnya setiap waktu, niscaya dia akan mampu bertahan. Ada sebuah pepatah “Menjadi Bisa Karena Biasa”.

Hal ini pula yang terjadi dalam kehidupan seorang Dahlan Iskan. Sosok yang pantang menyerah ini lahir dan dibesarkan di Jawa Timur, dalam lingkungan pedesaan dengan kondisi serba kekurangan. Bahkan orang tua Beliau lupa akan tanggal lahir anak laki-lakinya, hingga akhirnya Pak Dahlan memilih tanggal 17 Agustus 1951 sebagai tanggal lahirnya dengan alasan tanggal ini akan selalu diperingati oleh seluruh warga negara Indonesia.

Dahlan tumbuh, besar, dan mengejar cita-citanya dengan ditemani banyaknya tantangan dan hambatan dalam perjalanan kehidupannya. Kariernya bermula dari sebuah surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur, dengan menjadi seorang reporter. Berbekal ilmu yang diperolehnya dari Fakultas Hukum IAIN Sunan Ampel, Dahlan menjelma menjadi seorang reporter yang cekatan.

Pada waktu menghabiskan masa pendidikan wajib di tempat asalnya, Dahlan tak henti-hentinya membantu kedua orangtuanya untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga mereka. Apalagi kondisi keuangan keluarganya yang pas-pas-an. Kelaparan karena tidak ada makanan sudah menjadi kebiasaan yang harus dia rasakan pada masa itu. Akan tetapi, Dahlan tumbuh menjadi seorang anak yang teguh pendirian danj tegar. Beliau juga rajin belajar, sehingga bisa memperoleh nilai yang baik di sekolahnya. Di samping keuletan dan kerajinannya, Dahlan Iskan juga tumbuh menjadi seorang remaja yang gemar berolahraga. Volleyball menjadi andalannya untuk memikat gadis-gadis desa pada saat itu.

Berkat kegigihannya menekuni dunia jurnalistik yang dimulai dari karir yang paling bawah, membawa sosok Dahlan Iskan menjadi CEO Jawa Pos Group. Perusahaan yang sudah hampir terseok-seok akibat penjualan yang tidak signifikan. Akan tetapi, dengan hadirnya Dahlan, membawa angin segar perubahan manajemen di perusahaan itu. Hasilnya, Jawa Pos berkembang dengan sangat cepat, penjualan eksemplar surat kabarnya juga meningkat drastis.

Atas prestasinya yang membanggakan tersebut, tak ayal sosoknya dilirik oleh beberapa instansi Pemerintah, salah satunya datang dari salah satu perusahaan BUMN, yaitu PLN. Dahlan pun tersanjung atas pinangan tersebut, hingga akhirnya memutuskan untuk pindah dan berlabuh di PLN. Padahal sebelumnya Dahlan juga sedang menikmati pertumbuhan perusahan yang dibangunnya sendiri. Di tengah kondisi PLN yang sedang menjadi sorotan secara nasional. Masyarakat menganggap kinerja PLN sangat buruk dan mengecewakan. Setelah ditangani oleh Dahlan, PLN akhirnya muncul dengan gebrakan-gebrakan baru dalam mengatasi pemadaman lampu serta dalam pelayanan pembukaan jaringan listrik yang baru.

Sosok Dahlan sebagai seorang marketer sejati, mampu mengkomunikasikan hal-hal yang dianggap sepele oleh sebagian orang menjadi sesuatu yang luar biasa. Tentunya kemampuannya ini juga menjadi salah satu faktor keberhasilannya menapaki karirnya sebagai CEO di Jawa Pos Group, PLN, bahkan saat ini kita tahu Dahlan dipercaya untuk memangku jabatan di Kementerian Negara BUMN. Sebuah kementerian yang membutuhkan figur yang mumpuni. Figur yang diharapkan mampu membawa transformasi institusi tersebut.

Terobosan demi terobosan baru dikomunikasikan dengan baik oleh Dahlan Iskan. Bahkan tidak segan-segan Dahlan turun ke jalan untuk menghimpun aspirasi dari masyarakat, serta meninjau secara langsung apa yang sedang terjadi di lapangan. Detik-detik tersebut seringkali terekam oleh awak jurnalistik yang lain. Misalnya ketika Dahlan membanting kursi di jalan tol Pasteur Bandung akibat antrian yang cukup panjang, ikut berdesak-desakan dalam KRL, dan lain sebagainya. Figur yang sederhana ini mampu menunjukkan kekuatan dan  keteguhan semangat dalam jiwanya. Bahkan perjalanan hidup Dahlan telah diangkat dalam sebuah novel yang berjudul “Sepatu Dahlan”.


Kata kunci mesin pencari:

pepatah dahlan iskan - pepatah dahan iskan -
loading...
Dahlan Iskan “Marketer Sejati” | GOS | 4.5