Lin Oktris Pengusaha Sukses Makanan Cokelat

Siapa sih yang tak suka cokelat?  Rasanya sulit untuk menemukan orang yang tak suka makanan legit ini.  Alasan ini pula yang membuat Lin Oktris, lima tahun lalu mencoba-coba mengolah cokelat sendiri.  Cokelat dicetak kecil-kecil dengan bentuk lucu, seperti daun, siput, bintang, kura-kura, bola-bola, dan boneka.  Dengan aneka bentuk menarik seperti itu, cokelat buatan Lin sangat diminati, terutama anak-anak.

Bukan saja membuat aneka bentuk cokelat yang menarik, tapi sejak awal dosen di UNJ (Universitas Negeri Jakarta) ini juga memperhatikan mutu dari cokelat yang dibuatnya.  Lin hanya memilih cokelat yang berkualitas bagus.  Menurut dia, jika cokelatnya bagus, hasilnya tidak mengecewakan.  Cokelat tidak mudah lumer, tidak membuat sakit tenggorokan, atau batuk.  Cokelat juga bisa tahan sampai tiga bulanan.

Lin juga enggan mencampur cokelatnya dengan bahan-bahan yang mengandung rum atau pengawet.  Dia takut kalau menggunakan bahan pengawet, apalagi cokelat banyak dikonsumsi oleh anak-anak, kasihan kan anak-anak kalau sampai makan bahan pengawet.

Sebenarnya, membuat cokelat hanyalah hobi di tengah kesibukan Lin sebagai staf keuangan di sekolah terkenal di kawasan Jakarta Selatan dan dosen di UNJ.  Karena sering membawa cokelat dan suka menerima pesanan, muncul dorongan agar Lin membuka toko khusus cokelat.  Keinginan itu terwujud pada akhir Desember 2006.  Bekerja sama dengan rekannya, Lin membuka toko kecil di Jalan Margonda Raya, Depok.  Setiap hari libur, istri dari Ahmad Risa ini selalu menyambangi tokonya yang diberi nama Cokelatku.

Di toko ini tersedia cokelat dengan beragam bentuk, warna, dan isi.  Ada cokelat dicampur keju, kacang almond, mete, dan lainnya.  Harganya cukup terjangkau.  Untuk cokelat berukuran mungil dijual dalam kisaran harga Rp 500 hingga Rp 1.500.  Lin juga menerima pesanan cokelat untuk pesta, ulang tahun atau cinderamata.

Selain di Depok, Lin berencana meluaskan jaringan dengan membuka toko lagi di kawasan Jakarta Timur.  Di lokasi baru nanti ia berencana membuka toko plus tenda-tenda sehingga pembeli dapat menikmati cokelat dengan nyaman.  Bukan hanya cokelat-cokelat mungil, akan disediakan pula tart, tiramisu, brownies, dan makanan lain berbau cokelat.

Menurut perempuan kelahiran Batu Sangkar (Sumatera Barat) 7 Oktober 1978 ini, membuat cokelat itu sangat mudah dan murah.  Kesan yang melekat selama ini, cokelat adalah makanan mahal dan hanya orang berduit yang bisa menikmati.  Itu tidak benar, karena membuat cokelat itu bisa murah dengan mutu yang bagus dan rasa yang enak.

Begitu pula berbisnis cokelat, tak perlu modal selangit. Lin Oktris pun buka kartu bahwa modal awal mendirikan toko Cokelatku sekitar Rp 10 juta.  Modal itu pun dibagi dua karena ia patungan dengan rekannya.  Ternyata dalam waktu dua sampai tiga minggu sudah balik modal.

Nah, Anda tertarik??? Ikuti dong jejak langkah yang telah ditempuh oleh Lin Oktris ini.  Selamat berkarya dan semoga berhasil.


Kata kunci mesin pencari:

wirausaha makanan - biografi wirausahawan sukses di bidang makanan - profil pengusaha makanan - profil wirausahawan sukses di bidang kuliner - profil pengusaha sukses makanan - profil wirausaha sukses di bidang makanan - biografi pengusaha sukses di bidang kuliner - pengusaha makanan sukses - profil pengusaha makanan sukses - wirausahawan sukses bidang pengawetan coklat - pengusaha makanan yang sukses - makanan berbau coklat - biografi pengusaha makanan yang sukses - profil pengusaha kuliner sukses - biografi pengusaha makanan - biografi orang sukses indonesia - biografi pengusaha makanan sukses - biografi seorang usahawan dibidang kuliner - biografi wirausahawan makanan - biografi pengusaha di sumbar -
loading...
Lin Oktris Pengusaha Sukses Makanan Cokelat | mamanmalmsteen | 4.5