Memadukan Bisnis Dan Pelestarian Budaya

Memadukan Bisnis Dan Pelestarian BudayaBanyak cara untuk melestarikan budaya tanah air. Salah satunya seperti yang digagas sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini. Mereka membuat inovasi lampu hias dengan desain rumah adat di Indonesia dan memasarkannya ke masyarakat.

Seperti kita ketahui, beragam bentuk rumah adat ada di Indonesia. Namun seiring dengan perkembangan zaman, konsep rumah adat mulai ditinggalkan. Tidak mengherankan banyak generasi muda yang kurang mengenal rumah-rumah adat itu.

Melalui Decorative Lighting Traditional House (Delight TH), Desiana Nur Fajri  berharap masyarakat, khususnya generasi muda, lebih menghargai kebudayaan sendiri. Ide membuat Delight TH ia konsepkan bersama kedua rekannya di Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan IPA, Yogo Dwi Prasetyo dan Isna Reskia Lukman.

Delight TH merupakan inovasi mereka, memadukan desain rumah adat yang beraneka ragam yang dibuat dalam bentuk lampu hias berbahan dasar fiberglass sebagai bahan dasarnya.

Jika Anda jalan-jalan ke Yogyakarta, mungkin Anda akan menemukan beberapa toko yang menjual Delight TH. Ya, dari ide lampu hias berbentuk rumah adat itu muncul gagasan untuk dijadikan usaha bisnis.

Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) itu kemudian mengirimkan proposal ke Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Proposal mereka lolos dan mendapatkan pendanaan sebesar Rp 6,3 juta untuk membuatnya dalam jumlah banyak dan memasarkannya.

Dengan uang tersebut, mereka kemudian memproduksi 100 lampu. Karena masih tahap awal, mereka hanya memproduksi Delight TH dalam satu model rumah adat, yaitu Joglo. Calon pembeli bisa memesan dengan warna bervariasi, sesuai selera, seperti hijau ungu atau merah muda.

Harga produksi satu lampu hias sekitar Rp 45 ribu dan dijual dengan harga Rp 70 ribu. Saat ini penjualan masih dilakukan dengan cara kemitraan. Omsetnya pun masih belum banyak. Sebulan omsetnya masih sekitar Rp 500 ribu.


Kata kunci mesin pencari:

cara nglestarikake omah joglo - cara melestarikan rumah joglo - cara melestarikan rumah adat - cara melestarikan rumah adat joglo - carane nglestarikake omah joglo - memadukan antara bisnis dan budaya - prospek bisnis kerajinan rayung - Yogo dwi prasetyo -
loading...
Memadukan Bisnis Dan Pelestarian Budaya | mamanmalmsteen | 4.5