Pedasnya sambal menjadi sumber ekonomi keluarga

Apa Anda penggemar sambal? Dan apakah sambal merupakan bagian tetap dari menu sehari hari Anda? Pernahkah menyangka sambal bisa menjadi sumber ekonomi keluarga? Sambal yang selama ini identic sebagai pelengkap berbagai menu nusantara kini bisa menjadi sebuah potensi ekonomi yang bisa Anda kembangkan.

pedasnya sambal  menjadi sumber ekonomi keluarga

Bagaimana bisa sambal menjadi sumber ekonomi?

Begitu populernya sambal dalam kehidupan kita, sehingga tak sedikit masyarakat yang nyandu sama makanan satu ini, alias “gak bisa makan kalo gak pake sambal”. Namun tak selamanya konsumen sambal bisa leluasa mendapatkan sambal ulek dengan mudah, inilah yang kemudian menjadikan sambal sebagai salah satu potensi yang menguntungkan. Berkembanglah usaha sambal dalam kemasan yang awet sehingga memudahkan konsumen sambal menikmati samba kapanpun dan dimanapun.

Hal ini pula yang melatar belakangi Farah Maulida untuk memulai usaha sambal kemasannya pada tahun 2012. Usaha beliau buka hanya dikediamannya daerah Kasihan bantul Yogyakarta dengan melibatkan ibu-ibu rumah tangga sekitar rumahnya. Sambal Biyung begitu beliau menamai produknya. “Kan yang buat biyung biyung” begitu jelasnya, dalam bahasa jawa biyung artinya ibu.

Sambal biyung buatan Farah ini dibuat dalam 3 varian rasa, original, teri dan peda. Beliau mencari supplier langsung ke pasar Niten yang tergolong pasar besar di kawasan Bantul. “Kesulitan utama hanya mendapatkan peda dan teri yang bebas formali”, ungkap Farah yang memang menjanjikan produk sambal kemasannya bebas bahan pengawet dan pewarna.

Dalam beberapa bulan saja,usaha sambal ini sudah menjadi sumber ekonomi keluarga. Dalam tempo 2 bulan, satu kali produksi farah mampu menghasilkan sambal sebanyak 5 Kg yang dikemas dalam wadah ukuran 200 gram. Dari ukuran ini perbotolny bisa terjual dengan harga  15 ribu, dengan nilai keuntungan sekitar 20 %. Maka tak heran dalam sekejap usaha sambal ini bisa mencapai omset puluhan juta dan terus meningkat.

Berkat Farah, yang memberdayakan para ibu untuk membuat sambal, kesejahteraan di kampungnya meningkat, sambal bisa menjadi sumber ekonomi keluarga. Terlebih semenjak usaha sambal ini menggunakan layanan media social sebai sarana penjualan, dalam satu bulan farah bisa menjual 750 botol sambal kemasan. Luar biasa kan?


Kata kunci mesin pencari:

uleg uleg bantul - cerita sukses pengusaha sambal - no telephon uleg uleg sambel bantul - sambel botol sukses - tips meningkatkan ekonomi keluarga - sambal botol home industri yang paling sukses - sambel ulek botol - harga sambal botol uleg - omset penjualan sambel - omset jual sambal ulek - harga botol kecil buat kemasan sambal - harga sambal uleg botolan - harga jual sambal kemasan botol buatan rumahan - contoh wadah untuk menjual sambal - contoh produk sambel uleg - contoh kemasan sambel industri rumah tangga - bisnis sambal ulek - bisnis rumahan modal kecil sambal botolan - usaha sambel ulek - berapa harga sambal teri kemasan botol -
loading...
Pedasnya sambal menjadi sumber ekonomi keluarga | LadyNoel | 4.5