Peluang Usaha Pembuatan Skateboard Mini (Fingerboard)

Fingerboard atau papan jari pertama kali diciptakan di Amerika Serikat pada tahun 1970. Pada mulanya fingerboard dibuat bukan untuk mainan seperti sekarang ini, melainkan untuk miniatur atau hiasan seperti misalnya gantungan kunci, namun karena bentuk atau desainnya yang rideable atau dapat dimainkan membuat salah satu perusahaan skateboarding bernama Tech Deck melirik usaha ini dan mulai memproduksinya secara massal masih di tahun yang sama. Adapun di Indonesia walau tidak diketahui pasti siapa pembawanya namun fingerboard mulai terkenal dari tahun 2000.

Perbedaan fingerboard dengan pendahulunya yaitu skateboard dapat dilihat dari bentuknya yang minimalis. Karena bentuknya tersebut membuat fingerboard dapat dimainkan dimana-mana karena tidak membutuhkan tempat yang luas. Berbeda dengan skateboard yang mewajibkan kita pergi ke skate park atau suatu lapangan (tempat yang luas). Selain itu fingerboard lebih aman dari pada skateboardĀ  karena untuk memainkann fingerboard ini tidak menggunakan kaki dan keseimbangan, melainkan menggunakan kelihaian jari-jemari.

Menjalankan usaha pembuatan skateboard mini (fingerboard) ini bisa dibilang cukup menjanjikan karena walau sifatnya masih sebatas komunitas namun peminat papan mini ini sangat banyak. Hal tersebut tidak terlepas dari ketenaran permainan ini yang semakin berkembang. Adapun untuk modal yang dikeluarkan bisa dibilang tergantung seberapa niat dari calon pelaku ingin menjalankan usaha ini. Jika usaha akan dimulai dengan skala besar tentu modal yang dikeluarkan tidak sedikit alias butuh modal yang cukup besar, namun jika usaha ini dimulai dengan skala kecil maka modal yang dikeluarkan cukup kecil. Dengan modal awal sebesar Rp 500 ribu itu untuk membeli keperluan bahan-bahan dan peralatan penunjang. Bicara mengenai harga, fingerboard berbahan kayu dijual dengan harga Rp 80 ribu/lembar dengan ukuran 2 x 13 cm satu lembarnya.

Bila menilik prospeknya, fingerboard memiliki prospek yang cukup bagus. Hal ini dapat terlihat dari hasil yang selama ini mereka raih. Saat ini saja mereka bisa menjual sebanyak 25 full set fingerboard dengan harga Rp 300 ribu setiap bulan, bahkan mereka pernah mendapatkan pesanan dari Amerika yang nota bene merupakan asal fingerboard. Sedangkan bicara kompetitor, usaha ini sebetulnya memiliki persaingan yang cukup ketat namun selama kualitas yang diberikan merupakan kualitas terbaik maka konsumen pun akan mengetahui fingerboard yang bagus.

Adapun pemasarannya dapat dilakukan dengan cara mengikuti event-event fingerboard. Selain itu membangun komunikasi dengan sesama pelaku usaha fingerboard atau bisa pula ke komunitas. Sedangkan cara lainnya bisa dengan membangun sistem reseller. Adapun sistem reseller yang bisa diterapkan yaitu pembelian minimal 10 buah dengan potongan harga sebesar 10%.


Kata kunci mesin pencari:

cara membuat fingerboard - cara membuat skateboard mini - cara membuat fingerboard park - cara membuat fingerboard sendiri - Cara membuat Fingerboard Kayu - cara membuat tech deck park - cara membuat skatepark fingerboard - cara membuat tech deck - cara membuat fingerboard park sendiri - Cara membuat miniatur skateboard - cara membuat fingerboard sederhana - cara membuat skateboard - cara membuat skatepark - cara bikin fingerboard - cara membuat park fingerboard - miniatur skateboard - cara membuat skateboard sendiri - cara membuat finger board - bahan untuk membuat fingerboard - cara buat fingerboard -
loading...
Peluang Usaha Pembuatan Skateboard Mini (Fingerboard) | mamanmalmsteen | 4.5