Rumah Warna, Bisnis Sukses Dengan Mengincar Pasar ABG

Berawal dari pembuatan bingkai skala kecil di kediamannya, Nanang dengan modal hanya 50 ribu membuka cikal bakal usaha besar Rumah Warna. Sejak awal Nanang sudah melihat potensi pasar ABG akan bisa mengantarnya menjadi bisnis sukses.

rumah warna, bisnis sukses dengan mengincar pasar ABG

Maka mulailah Nanang berkonsentrasi pada Rumah Warna pada awal 2000an. Masih dengan mengusung tema ABG Nanang memproduksi tas, dompet scrapbook, bingkai sampai sprei dan bedcover dengan warna-warni cerah.

Nanang berorientasi pada produk dengan bahan baku buatan dalam negeri justru karena dengan begitu Nanang bisa memasang harga yang murah untuk produknya. Pasalnya pasar Rumah Warna adalah ABG yang rata-rata kantongnya pas-pasan hanya dari uang saku orang tua. Memakai bahan baku impor akan membuat harga jual terpaksa tinggi sehingga tidak terjangkau oleh target pasar.

Lagipula Nanang yakin sepenuhnya produk dalam negeri tak kalah berkualitas dengan produk luar, asal pandai mengolahnya. Buktinya Nanang dengan usaha Rumah Warnanya, dalam satu dekade saja, Rumah Warna sudah masuk dalam jajaran bisnis sukses di Jogjakarta. Kini Jogja tak lagi hanya identic dengan batik dan kerajinan, tapi juga produk inovasi kawula muda macam Rumah Warna.

Salah satu senjata Rumah Warna dalam pemasaran adalah melalui berbagai pameran. Di kota Jogja pameran industri craft memang tidak pernah berhenti, datang silih berganti. Kesempatan ini terus menjadi pilihan Nanang dalam masa perkenalan produk. Tapi saat ini Nanang sudah bisa berbangga.

omset Rumah Warna saat ini sudah mencapai 4 milyar perbulan. Dengan 2 pabrik di Kutoarjo dan Bantul dengan produksi normal harian mencapai 35 ribu per bulan. Rumah Warna juga sudah memiliki 70 outlet di penjuru Indonesia. Malah Rumah Warna sempat membuka outlet di Jepang dan Prancis. Sayangnya, Nanang kurang mempersiapkan diri dengan pembukaan pasar tersebut,  permintaan disana justru terlalu tinggi dan tak sanggup dipenuhi oleh pabrik yang ada.

Pasalnya hingga sekarang, Nanang masih mengutamakan konsep produksi padat karya alias handmade. Akibatnya cukup sulit bagi Nanang mengungkit kecepatan produksi. Tapi justru inilah yang menjadi salah satu nilai jual produk Rumah Warna, orisinalitas dari handmadenya. Rencananya memang Nanang akan membuka lagi pabrik untuk kemudian kembali mencoba membuka pasar baru di luar negeri.

Inilah kisah sukses seorang Nanang, yang cinta pada produk dalam negeri. Merintis bisnis sukses dari tahap yang paling sederhana dan murah, hingga perlahan mengejar pengembangan hingga 500 cabang seluruh Indonesia dan membuka pasar Internasional.


Kata kunci mesin pencari:

rumah warna - tas rumah warna - rumah warna jogja - produk rumah warna - dompet rumah warna - gambar tas rumah warna - usaha sukses - harga tas rumah warna - toko tas rumah warna - scrapbook unik - usaha rumah warna - pabrik rumah warna - sejarah rumah warna - outlet rumah warna - pabrik tas rumah warna - peluang usaha rumah warna - usaha kecil di rumah - omzet rumah warna - omset rumah warna - pabrik tas rumah warna jogja -
loading...
Rumah Warna, Bisnis Sukses Dengan Mengincar Pasar ABG | LadyNoel | 4.5