Sukses Membuka Usaha Keripik Tempe

Pintu untuk menjadi seorang wirausaha memang tidak tertutup untuk siapa pun. Terbukti bukan hanya mereka yang muda saja yang berhasil menjalankan wirausaha baru, mereka yang dapat dikatakan sudah umuran pensiunan tetap saja dapat berkiprah untuk membangun sebuahwirausaha baru.

Asumsi analisis kripik tempe “ Abadi”

Modal awal (1970) : Rp. 500.000,-

Biaya oprasional per Bulan : Rp. 12.000.000,-

Omset per bulan : Rp. 42.000.000,- (per hari Rp. 1.400.000)

Keuntungan per bulan : Rp. 30.000.000,-

usaha keripik tempe

Adalah H. Ikrom seorang purnawirawan TNI berpangkat peltu yang sukses membuka usaha kripik tempe. Usaha kripik tempe ini dimulainya 4 tahun sebelum beliau pensiun. Hal ini dilakukannya sebagai pengisi masa pensiunannya kelak. Dan terbukti kini hasil dari wirausaha penjualan kripik tempe yang dilakukannya bahkan melebihi penghasilannya dahulu sebagai seorang TNI.

Ide awal dari bisnis yang dilakukan H. Ikrom adalah melihat situasi dan kondisi lingkungan sekitarnya. Kebetulan di sekitar tempat tinggalnya banyak yang membuat tempe. Hal ini yang kemudian dimanfaatkan H. Ikrom untuk mencoba mengelola tempe menjadi produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Yang perlu diketahui H. Ikrom memulai bisnis kripik tempe ini hanya dengan modal awal 500 ribu rupiah saja. Sedangkan saat ini omset perbulan yang dia dapatkan adalah sebesar 42 juta rupiah perbulan dengan biaya oprasional 12 juta rupiah.

Saat ini produk kripik tempe ini telah dipasarkan secara luas dengan brand Kripik tempe “ Abadi”.

Kualitas adalah nomor satu.

Salah satu rahasia sukses H. Ikrom dalam mengelola bisnis kripik tempe abadi ini adalah menomor satukan kualitas. H. Ikrom mulai khawatir dengan menurunnya kualitas tempe yang dibuat akan mempengaruhi kualotas kripik tempe produksinya. H. Ikrom pun mulai tergerak untuk membuat tempe sendiri sehingga dia dapat memastikan kualitas produk tempe yang di produksinya. Daun pisang menjadi pilihan utama dalam pembuatan tempe karena kualitas tempe akan lebih baik meskipun harga daun pisang relatif lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan plastik.

Satu hal yang cukup penting untuk menjadi perhatian kita bahkan pemerintah. H. Ikrom lebih memilih menggunakan kedelai impor Amerika atau Cina karena menurutnya kualitas kedelai lokal belum memadai digunakan untuk membuat tempe yang berkualitas


Kata kunci mesin pencari:

Usaha keripik tempe - usaha kripik tempe - bisnis keripik tempe - usaha keripik - bisnis kripik tempe - bisnis keripik - analisis usaha keripik tempe - usaha tempe - omset keripik tempe - analisa usaha keripik tempe - analisa usaha kripik tempe - peluang usaha kripik tempe - omset kripik tempe - Bisnis kripik - analisa bisnis kripik tempe - keuntungan usaha kripik tempe - usaha tempe kripik - analisa bisnis keripik tempe - analisa keuntungan keripik tempe - keuntungan keripik tempe -
loading...
Sukses Membuka Usaha Keripik Tempe | Danus | 4.5