Tanya Jawab Cara Investasi Reksadana

Tanya Jawab Reksadana dibuat untuk memberikan penjelasan yang singkat dan padat atas berbagai pertanyaan soal produk investasi ini. Sudah saatnya masyarakat menggunakan Reksadana sebagai instrumen untuk mengelola keuangan keluarga secara lebih sehat dan berkelanjutan.

Meskipun punya banyak manfaat, masih sebagian kecil masyarakat yang memilih Reksadana sebagai instrumen investasi. Menurut beberapa survei, pemilik Reksadana tidak sampai 10 persen. Jumlah ini masih kalah jauh dengan instrumen tabungan, deposito dan emas. Sementara, Reksadana sebenarnya punya sejumlah keunggulan dibandingkan instrumen – instrumen.

cara melakukan investasi reksadana

Banyak yang bertanya mengenai cara, strategi, keamanan dan tips berinvestasi di Reksadana. Hal wajar karena ini adalah instrumen yang relatif baru. Ditambah lagi, maraknya kasus investasi bodong belakangan ini mendorong orang lebih extra hati – hati ketika akan menempatkan uanganya di produk investasi.

Berikut ini daftar pertanyaan – pertanyaan yang sering dilontarkan beserta jawabannya. Menyangkut aspek legalitas, keamanan, dan perlindungan konsumen.

Apa itu Reksadana ?

Reksadana dibentuk oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian melalui akta kontrak investasi kolektif (KIK) yang dibuat notaris.

Manajer Investasi berperan sebagai pengelola dana yang terkumpul dari sekian banyak investor untuk diinvestasikan ke dalam portofolio efek, seperti SBI, obligasi, dan saham.

Bank Kustodian berperan menyimpan dana atau portofolio milik investor serta melakukan penyelesaian transaksi dan administrasi Reksadana.

Kenapa Memilih Reksadana ?

Reksadana cocok bagi investor yang memiliki banyak keterbatasan, seperti waktu terbatas, dana terbatas, informasi terbatas, dan pengetahuan investasi yang terbatas.

Instrumen ini mampu mengurangi risiko investasi karena disebarkan pada berbagai produk investasi.

Tetapi bukan berarti Reksadana bebas risiko. Untuk itu, investor tetap perlu mempelajari berbagai risiko produk ini.

Reksadana disebut sebagai produk yang paling sesuai dengan pepatah di dunia investasi, yaitu “Don’t put all eggs in one basket”.

Maksudnya adalah untuk mengurangi risiko, kita perlu menyebar penempatan investasi, sehinga kita terhindar dari risiko kerugian secara total (total loss).

Apa Dasar Hukum Reksadana ?

Menurut Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”

Bagaimana Perkembangan Investasi Reksadana ?

Perkembangannya di Indonesia cukup pesat.

Menurut Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito, sepanjang kuartal pertama 2013 nilai aset industri reksadana yang dikelola meningkat menjadi Rp187,962 triliun atau meningkat 12,72 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp166,751 triliun.

Bagaimana Cara Jual Beli Reksadana ?

Transaksi di Reksadana sangat mudah.

Kita cukup mencari produk Reksadana yang sesuai, pilih manajer investasinya, baca prospektusnya, lalu lakukan pembelian (subscription) dan transfer dananya.

Kita bisa membeli langsung melalui manajer investasi atau membelinya lewat agen (bank) yang ditunjuk. Prosesnya adalah:

  • Datang ke agen penjual reksadana,
  • Membuka rekening Reksadana, mengisi formulir, menyiapkan fotokopi identitas,
  • Menyiapkan dana yang hendak diinvestasikan untuk membeli unit Reksadana.

Sebagai bukti kepemilikan unit tersebut, kita mendapat sertifikat reksadana sejumlah unit yang dibeli. Laporan inilah yang menjadi bukti/ konfirmasi atas kepemilikan reksadana kita.

Apa itu Manajer Investasi ?

Manajer investasi merupakan elemen penting dalam transaksi Reksadana. Sebab ketika kita membeli, maka kita mempercayakan pengelolaan dana tersebut kepada mereka.

Yang dimaksud dengan pengelolaan dana adalah manajer investasi akan melakukan transaksi jual beli saham di bursa, di mana hasil dari pengelolaan mereka akan tercermin dalam harga unit penyertaan yang biasa dikenal dengan NA V/NA B (Net Asset Value/Nilai Aktiva Bersih).

Pada Reksadana, manajer investasi mengelola dana-dana yang ditempatkannya pada sebuah surat berharga dan merealisasikan keuntungan ataupun kerugian dan menerima dividen atau bunga yang dibukukannya ke dalam NA B reksadana tersebut.

Apa Tolak Ukur Nilai Investasi Reksadana ?

NAB (Net Asset Value/Nilai Aktiva Bersih) merupakan tolak ukur memantau hasil Reksadana.

NAB per saham/unit penyertaan adalah harga dari portofolio suatu reksadana setelah dikurangi biaya operasional kemudian dibagi jumlah saham/unit penyertaan yang telah beredar (dimiliki investor) pada saat tersebut.

Semisal, hari ini reksadana X harga NA B-Nya Rp1.300. Kita berencana membeli 1.000 UP, maka kita membutuhkan dana Rp1,3 juta (plus komisi/fee).

  • Seandainya akhir tahun nanti harga NA B-nya Rp1.500 dan kita hendak mencairkan reksadana kita, maka keuntungan kita sebesar Rp200 ribu (minus komisi/fee/pajak).
  • Sebaliknya, andaikata harga NA B-nya turun menjadi Rp1.000, maka kerugian kita menjadi Rp300 ribu (plus komisi/fee).

Apa Jenis Investasi yang Ditawarkan Reksadana ?

Secara umum ada empat jenis reksadana yang bisa kita pilih. Masing-masing dapat dibedakan menurut alokasi jenis investasi yang dilakukan.

Pertama, Reksadana pasar uang, di mana 100% invetasinya akan ditempatkan ke dalam surat berhaga efek pasar uang. Efek pasar uang adalah efek utang yang jatuh temponya kurang dari satu tahun, seperti SBI, deposito, obligasi dengan sisa jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Kedua, Reksadana pendapatan tetap, dana investasi minimum 80% ditempatkan pada surat utang, umumnya pada obligasi.

Ketiga, Reksadana saham, di mana minimum 80% investasinya ditempatkan pada saham.

Keempat, Reksadana campuran, yaitu dana investasi ditempatkan pada instrumen surat utang, saham, dan produk investasi lain yang tidak dapat dikategorikan pada ketiga jenis reksadana sebelumnya

Apa Risiko Reksadana ?

Sebagai investor harus mempertimbangkan faktor-faktor risikonya.

Pertama, keuntungan tidak dijamin. Investor harus menyadari bahwa dengan dengan berinvestasi di Reksadana, tidak ada jaminan untuk mendapatkan pembagian keuntungan, dividen, ataupun kenaikan modal investasi.

Kedua, risiko umum pasar modal. Setiap pembelian efek akan melibatkan beberapa risiko pasar. Oleh sebab itu, Reksadana mungkin rentan terhadap perubahan kondisi pasar yang merupakan hasil dari: global, regional atau perkembangan ekonomi nasional; kebijakan pemerintah atau kondisi politik, pergerakan suku bunga secara umum, sentimen investor yang meluas ataupun guncangan eksternal (misalnya bencana alam, perang dan lain-lain).

Ketiga, risiko efek. Ada banyak risiko efek yang dapat terjadi pada setiap efek, contohnya adalah kemungkinan default perusahaan penerbit pada pembayaran kupon dan/atau pokok obligasi, dan implikasi dari peringkat kredit perusahaan yang di-downgrade.

Keempat, risiko likuiditas yang dapat didefinisikan sebagai seberapa mudah sebuah efek dapat dijual pada atau mendekati nilai wajarnya tergantung pada volume yang diperdagangkan di bursa.

Kelima, risiko inflasi yang merupakan risiko potensi kerugian daya beli investasi Anda karena terjadinya kenaikan rata-rata harga konsumsi.

Keenam, risiko ketidakpatuhan. Hal ini mengacu pada risiko terhadap reksadana dan keuntungan investor yang dapat timbul karena ketidaksesuaian terhadap hukum, aturan, etika dan kebijakan dan prosedur internal dari manajer investasi.

Kedelapan, risiko manajer investasi. Kinerja setiap reksadana sangat tergantung antara lain pada pengalaman, pengetahuan, keahlian dan teknik, proses investasi yang diterapkan oleh manajer investasi, dan setiap kekurangan dari syarat tersebut akan berdampak buruk pada kinerja reksadana sehingga akan merugikan investor.

Apa Reksadana Aman ?

Maraknya kasus investasi bodong menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan berinvestasi di Reksadana.

Perlu ditegaskan bahwa Reksadana adalah produk investasi yang legal yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena itu, legalitas Reksadana terjamin.

Kemudian, dalam Reksadana terdapat dua lembaga yang menjalankan dan saling kontrol, yaitu Manajer Investasi dan Bank Kustodian. Manajer Investasi berfungsi mengelola portfolio Reksadana dan Bank Kustodian menyimpan dan mencatat harta Reksadana.

Adanya segregation of control dari kedua lembaga ini menjamin perlindungan yang optimal terhadap dana masyarakat yang ditempatkan di Reksadana.

Apa Lembaga yang Mengawasi Reksadana ?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Semua pihak yang terlibat dalam transaksi jual beli instrumen in wajib mendapatkan ijin dari OJK.

Tujuan pembentukan OJK, sebagaimana tertulis dalam UU OJK Pasal 4 Huruf C adalah agar keseluruhan kegiatan dalam sektor jasa keuangan mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat, termasuk perlindungan terhadap pelanggaran dan kejahatan di sektor keuangan.

Bagaimana OJK Melindungi Konsumen Reksadana ?

Salah satu program strategis OJK untuk memperkuat sistem perlindungan konsumen adalah dengan meluncurkan Layanan Konsumen Keuangan Terintegrasi atau Financial Customer Care (FCC).

Layanan Konsumen Keuangan Terintegrasi atau Financial Costumer Care (FCC) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerima puluhan pengaduan tentang penipuan investasi.

Bila ragu hubungi call center Otoritas Jasa Keuangan atau OJK di (Kode Area) 500655 atau e-mail ke konsumen@ojk.go.id. Berikan informasi kepada OJK bila ada pihak yang menawarkan produk investasi dengan legalitas meragukan.

Ingin belajar lebih jauh baca Panduan Investasi Reksadana.

Artikel Tamu dari Duwitmu.com | Mengelola Keuangan Keluarga


Kata kunci mesin pencari:

pengaruh rasio likuiditas terhadap pemberian kredit - cara ojk melindungi reksadana - apa maksud pepatah dont put the eggs in one basket dan kaitkan dengan strategi berinvestasi - pertanyaan seputar danus - pengalaman buka rekening reksadana - dont put your eggs in one basket jelaskan maksud adagium dalam investasi - deposito danus - bagaimana cara melindungi konsumen agar aman berinvestasi dalam reksadana - apa yang dimaksud dengan reksadana serta bagaimana cara dan prosedur nya - apa maksud pepatah dont put the eggs in one basket kaitkan dengan strategi berinvestasi - tanya jawab investasi reksadana -
loading...
Tanya Jawab Cara Investasi Reksadana | Danus | 4.5