Wardoyo, Pebisnis Mobil Bekas

Usaha lain boleh megap-megap. Tapi bisnis jual beli mobil yang dijalankan Wardoyo malah berkibar. Bahkan, tiga bulan terakhir ini omzetnya naik cukup pesat. Padahal kalau dilihat sepintas lalu, jenis usahanya cuma kelas rumahan. Tapi hasilnya, jangan tanya. Jauh lebih besar ketimbang bisnis lain yang berkantor di kawasan elit.

Wardoyo, mungkin memang tak perlu kantor atau showroom megah untuk menggelar dagangannya. Cukuplah di sebuah rumah di Jalan Rawamangun Muka Selatan, Jakarta Timur. Di tempat itu ia memajang sekitar 10 kendaraan bekas dari berbagai merek. Sebagian malah sudah dipesan. Tinggal diboyong.

Akhir-akhir ini, jual beli kendaraan bekas (mokas) lagi booming. Transaksinya dari bulan ke bulan terus menanjak. Sebagian besar dalam bentuk tunai. Bisa jadi karena bunga kredit mahal, pembeli jadi lebih senang membeli cash.

Bagi pengusaha yang mulai menanjak itu, bisnis mobil seken (mokas) bukan barang baru. Ia sudah merintisnya sejak 13 tahun silam bersama kakaknya yang membuka usaha serupa di Kalimalang. Bapak dua anak ini sempat istirahat sejenak karena tertarik tawaran kerja di Surabaya.

Belakangan Wardoyo balik ke Jakarta. Kali ini ia coba-coba jualan di Jatibening. Sayang, usahanya tak lancar. Modalnya habis sampai tinggal satu mobil. Dengan berat hati, dia bergabung lagi dengan kakaknya. Tapi, tidak lama karena jiwa kewirausahaannya meronta. Jebolan SMA ini lalu bergabung dengan teman-temannya. Setelah modal terkumpul, mereka mulai membeli mobil yang harganya di bawah Rp 20 juta.

Sejak itu, bisnisnya berkembang. Modal yang diputar meningkat cukup pesat. Tak kurang dari Rp 70 juta. Keuntungan yang diperoleh langsung dibagi. Dibagi rata biar tidak menimbulkan iri-irian. Setiap bulan Wardoyo cs rata-rata mampu menjual 50 unit.

Setelah dipotong biaya operasional, biaya empat orang karyawan dan biaya perbaikan, keuntungan satu unit kendaraan mencapai Rp 1,5 juta. Tinggal dihitung berapa bagian Wardoyo. Katanya sih sekitar Rp 20 juta.

Wardoyo tampaknya sangat yakin, usaha yang ditekuni bersama keenam temannya bakal tetap cerah. Minat masyarakat sangat tinggi. Bahkan cenderung naik. Karena itu, ia menyiapkan rumahnya yang berhalaman luas sebagai pusat bisnis jual beli mobil. Pelanggan tak perlu dikejar. Mereka datang sendiri. Kebanyakan dari luar kota. Singkat kata, bisnis mobil bekas (mokas) ternyata memang menjanjikan.


Kata kunci mesin pencari:

jual beli mobil - kisah sukses jual beli mobil bekas - cerita usaha jual beli mobil bekas - pengusaha showroom mobil - sorum mobil bekas - kisah sukses bisnis mobil bekas - jual beli mobil bekas - kisah sukses jual beli mobil - kisah suksea pedagang mobil bekas - kisah sukses makelar mobil bekas - pengusaha jual beli mobil sukses - kunci sukses jual beli mobil - cerita bisnis mobil second - kisah sukses pengusaha jual - cara suksea pengusaha mobil bekas - kisah pengusaha jual beli mobil - bisnis sorum mobil - Kisah sukses sorum mobil seken - kisah sukses showroom mobil bekas - kisah sukses pemilik showroom mobil -
loading...
Wardoyo, Pebisnis Mobil Bekas | mamanmalmsteen | 4.5