Insight

Metrik Kredit dan Likuiditas Baik, PWON Dapat Peringkat Ba2 dari Moody’s

[ad_1] Berita Market Kamis, 15 April 2021 | 11:37 WIB ILUSTRASI. Moody's mengganjar peringkat Ba2 baik untuk CFR PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) maupun obligasi Pakuwon Prima Pte. Ltd. KONTAN/Baihaki/4/8/2010 Reporter: Anastasia Lilin Y | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina DANAUSAHA.NET - SINGAPURA. Moody's Investors Service mengganjar peringkat Ba2 baik untuk corporate family rating (CFR) PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) maupun senior unsecured bond 2024 yang diterbitkan oleh anak usaha yaitu Pakuwon Prima Pte. Ltd. Adapun prospek PWON stabil. Senior unsecured bond tersebut dijamin tanpa syarat dan tidak dapat ditarik kembali oleh PWON dan sebagian besar anak-anak usaha yang lain. PWON memiliki seluruh saham Pakuwon Prima. Ini Artikel Spesial Hanya dengan berlangganan Rp 10.000 selama...

Read More
Insight

Lebih Kebal Corona, Kinerja Keuangan BJBR Tahun Ini Tetap Terjaga

[ad_1] Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Tedy Gumilar DANAUSAHA.NET - JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) berhasil melewati tahun pandemi Covid-19 dengan baik. Laba bersih Bank milik pemerintah daerah Jawa Barat itu masih bisa naik 8% menjadi Rp 1,68 triliun. Pendapatan bunga bersih juga naik 6,16% menjadi Rp 6,5 triliun. Ini Artikel Spesial Hanya dengan berlangganan Rp 10.000 selama 30 hari Anda dapat membaca berita pilihan, independen, dan inspiratif ini. Login Berlangganan Sekarang » ATAU [ad_2] Source link ...

Read More
Insight

Tak Cuma Fintech Ilegal, Perilaku Peminjaman Online Masyarakat Juga Meresahkan

[ad_1] Berita Ekonomi Kamis, 15 April 2021 | 08:22 WIB ILUSTRASI. OJK mendapati ada debitur yang meminjam di 40 fintech berbeda dalam seminggu. Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina DANAUSAHA.NET - JAKARTA. Keberadaan financial technology (fintech) ilegal memang cukup meresahkan. Namun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan perilaku masyarakat terhadap pinjaman online ternyata juga meresahkan. Otorotas Jasa Keuangan (OJK) mengaku banyak menerima permintaan bantuan dari masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan pinjaman online dengan fintech. Ketika ditelusuri lebih lanjut, ternyata terdapat debitur yang meminjam dari banyak fintech dalam waktu yang berdekatan. Ini Artikel Spesial Hanya dengan berlangganan Rp 10.000 selama 30 hari Anda dapat me...

Read More
Insight

Masyarakat Masih Membutuhkan Bansos, Ekonom Minta Pemerintah Abaikan Saran IMF

[ad_1] Reporter: Ratih Waseso | Editor: Tedy Gumilar DANAUSAHA.NET - JAKARTA. Alokasi anggaran bantuan sosial (bansos) menjadi salah satu insentif yang diberikan banyak negara termasuk Indonesia di masa pandemi corona. Anehnya, program bantuan sosial di Indonesia justru "disoal" Dana Moneter Internasional (IMF). Dalam World Economic Outlook, Managing Divergent Recoveries edisi April 2021, IMF menilai, pengeluaran yang luar biasa akibat pandemi Covid-19, termasuk di dalamnya bantuan sosial, perlu diimbangi keberlanjutan pengelolaan utang dan menjaga kredibilitas kebijakan fiskal yang berkelanjutan. Ini Artikel Spesial Hanya dengan berlangganan Rp 10.000 selama 30 hari Anda dapat membaca berita pilihan, independen, dan inspiratif ini. Login Berlangganan Sekarang » ATAU ...

Read More
Insight

Transaksi Kartu Debet dan Kartu Kredit Masih Lesu Hingga Kuartal I 2021

[ad_1] ILUSTRASI. Biarpun mal sudah mulai ramai, transaksi mesin EDC belum kembali pulih seperti kondisi sebelum masa pandemi Covid-19. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo) Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina DANAUSAHA.NET - JAKARTA. Biarpun kegiatan pusat perbelanjaan sudah mulai ramai, transaksi mesin electronic data captured (EDC) belum kembali pulih seperti kondisi sebelum masa pandemi Covid-19. Beberapa bank justru tetap mencatat penurunan transaksi sepanjang kuartal I 2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Bank CIMB Niaga misalnya mengalami penurunan frekuensi dan volume transaksi EDC sebesar 29% pada periode tersebut. "Growth transaksi EDC masih belum pulih seperti kondisi sebelumnya dan hal ini tentu merefleksikan pendapatan merchant

Read More
Insight

Pasang Mode Ekspansif, Nusa Palapa Gemilang (NPGF) Bidik Kenaikan Pendapatan 39%

[ad_1] Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tedy Gumilar DANAUSAHA.NET - JAKARTA. Emiten yang bergerak di bisnis pupuk, PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF), berencana menambah kapasitas produksi. Dengan ekspansi ini, NPGF optimistis bisa mengantongi pertumbuhan pendapatan 39% dari tahun lalu. Direktur Keuangan NPGF Imam Subakti mengatakan, tahun ini NPGF akan menambah kapasitas mesin pupuk NPK sebanyak 30.000 metrik ton (MT), mesin produk mikro sebanyak 30.000 MT dan mesin briket 20.000 MT. Ini Artikel Spesial Hanya dengan berlangganan Rp 10.000 selama 30 hari Anda dapat membaca berita pilihan, independen, dan inspiratif ini. Login Berlangganan Sekarang » ATAU [ad_2] Source link ...

Read More
Insight

Target Produksi Batubara Nasional Naik Tapi Sejumlah Pengusaha Bergeming

[ad_1] Berita Bisnis Kamis, 15 April 2021 | 07:31 WIB ILUSTRASI. Tidak semua produsen batubara terpacu untuk turut mengerek rencana produksi tahun ini. KONTAN/Cheppy A. Muchlis Reporter: Filemon Agung, Intan Nirmala Sari | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina DANAUSAHA.NET - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan target produksi batubara nasional dari semula 550 juta ton menjadi 625 juta ton pada tahun ini. Namun tidak semua produsen batubara terpacu untuk turut mengerek rencana produksi tahun ini. Penaikan target produksi batubara nasional 2021 tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 66.K/HK.02/MEM.B/2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 255.K/30/MEM/2020 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batubara D...

Read More
Insight

Gara-Gara Corona, Valuasi Sejumlah Saham LQ45 Lebih Mahal Ketimbang 10 Tahun Lalu

[ad_1] ILUSTRASI. Investor memperhatikan pergerakan indeks sahamLQ45 melalui layar ponsel. KONTAN/Cheppy A Muchlis Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Tedy Gumilar DANAUSAHA.NET - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melesat 2,07% ke level 6.050,28 setelah tertekan beberapa hari terakhir. Meski IHSG cenderung tertekan, cukup banyak saham yang masih dalam kondisi overvalue. Tengok saja di indeks LQ45. Menilik harga penutupan kemarin, valuasi mayoritas saham LQ45 lebih tinggi dibanding PER moving average (MA) 10 tahun terakhir. PBV sebagian besar saham LQ45 saat ini juga lebih tinggi dari rata-rata PBV lima tahun. Ini Artikel Spesial Hanya dengan berlangganan Rp 10.000 selama 30 hari Anda dapat membaca berita pilihan, independen, dan inspiratif ini. Login Berl

Read More
Insight

Pemilihan Waktu Kenaikan Tarif Layanan Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Priok Tidak Tepat

[ad_1] Berita Ekonomi Kamis, 15 April 2021 | 06:53 WIB ILUSTRASI. Pekerja melakukan bongkar muat peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (10/12/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. Reporter: Amalia Nur Fitri, Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tedy Gumilar DANAUSAHA.NET - JAKARTA. Kenaikan tarif layanan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok terus menyulut protes pebisnis. Keberatan bahkan datang dari eksportir, importir serta perusahaan pelayaran. Hanya PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) tetap bersikukuh memberlakukan tarif baru layanan di Tanjung Priok.IPC tetap menerapkan tarif pelayanan baru per kedatangan mulai 15 April 2021 pukul 00:00 WIB. Misal, tarif Lo-Lo peti kemas berukuran 20 kaki naik menjadi Rp 285 500 per boks dari sebelumnya Rp 187.500 per b...

Read More
Insight

Anak Usaha Grup Astra Siap Belanja Hingga Rp 1,2 Triliun Tahun Ini

[ad_1] ILUSTRASI. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan menggunakan capex untuk replanting atau penanaman ulang dan perawatan tanaman. Reporter: Vina Elvira | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina DANAUSAHA.NET - JAKARTA. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1,2 triliun pada tahun ini. Mereka akan menggunakannya untuk replanting atau penanaman ulang dan perawatan tanaman. Setiap tahun, AALI mengaku melakukan replanting sebesar 2,5% dari kebun yang ada. "Hal ini agar kelangsungan bisnis perusahaan tetap terjaga dengan baik," ungkap Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk Santosa, dalam paparan publik virtual, Rabu (14/4). Ini Artikel Spesial Hanya dengan berlangganan Rp 10.000 selama 30 hari Anda dapat memba

Read More